<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asosiasi Emiten Indonesia &#187; pasar uang</title>
	<atom:link href="http://aei-online.or.id/tag/pasar-uang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aei-online.or.id</link>
	<description>Bersama Membangun Ekonomi Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2009 10:48:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>BI Selidiki Kerugian Perbankan Akibat Transaksi Derivatif</title>
		<link>http://aei-online.or.id/bi-selidiki-kerugian-perbankan-akibat-transaksi-derivatif/</link>
		<comments>http://aei-online.or.id/bi-selidiki-kerugian-perbankan-akibat-transaksi-derivatif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 00:34:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emiten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Emiten]]></category>
		<category><![CDATA[asosiasi emiten indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[emiten indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aei-online.or.id/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Bank Indonesia tengah menyelidiki kemungkinan adanya kerugian yang dialami perbankan karena transaksi derivatif. &#8220;Memang ada rugi, kita belum tahu sebabnya, itu yang kita masih selidiki, apa memang gara-gara derivatif atau bukan,&#8221; kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Halim Alamsyah di Jakarta, Kamis. Menurut dia, Bank Indonesia kini tengah mengumpulkan data-data terkait [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: x-small;">Jakarta (ANTARA News) &#8211; Bank Indonesia tengah menyelidiki kemungkinan adanya<br />
kerugian yang dialami perbankan karena transaksi derivatif.</p>
<p>&#8220;Memang ada rugi, kita belum tahu sebabnya, itu yang kita masih selidiki, apa<br />
memang gara-gara derivatif atau bukan,&#8221; kata Direktur Penelitian dan Pengaturan<br />
Perbankan Halim Alamsyah di Jakarta, Kamis.</p>
<p>Menurut dia, Bank Indonesia kini tengah mengumpulkan data-data terkait kerugian<br />
perbankan tersebut. &#8220;Data-datanya masih dikumpulkan, karena nggak mudah itu banyak<br />
yang perlu kita ketahui data-datanya, maturity structurednya, lalu berapa<br />
eksposurnya, itu kita coba. Jadi belum lengkap,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, BI telah memberikan rambu-rambu bahwa produk derivatif yang bersifat<br />
spekulatif telah dilarang begitu pula structured product. Sementara produk<br />
derivatif yang bersifat lindung nilai diperbolehkan.</p>
<p>Deputi Guibernur Senior Miranda S Goeltom mengatakan, kemungkinan kerugian<br />
perbankan akibat transaksi derivatif sedikit.</p>
<p>&#8220;Tidak terlalu banyak ban-banknya (yang memiliki transaksi derivatif) dan<br />
kerugiannya juga tidak terlalu besar. Tidak seperti di Meksiko, Brazil atau<br />
Korea,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya transaksi derivatif telah menjadi bahan pembicaraan terutama terkait<br />
dengan produk derivatif yang bersifat spekulatif. Sebab produk tersebut yang<br />
mensyaratkan penggunaan dolar AS telah membuat tekanan terhadap nilai tukar<br />
rupiah.</p>
<p>BI telah melarang produk derifatif spekulatif seperti structured product. Deputi<br />
Gubernur BI Siti Fadjriah mengatakan structured product yang dilaporkan sekitar 3<br />
miliar dolar AS.</p>
<p>Sebelumnya Anggota DPR RI Dradjad H Wibowo mengatakan produk derivatif spekulatif<br />
mencapai 4 miliar dolar AS.(*)</p>
<p></span></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="3">
<tbody>
<tr class="tdblue2">
<td><span style="font-size: x-small;">Date : 22-01-2009 20:34 WIB</span></td>
</tr>
<tr class="tdblue2">
<td><span style="font-size: x-small;">Source : Antara</span></td>
</tr>
<tr class="tdblue2">
<td><span style="font-size: x-small;">Category : Ekonomi dan Bisnis</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style='clear:both'></div><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aei-online.or.id/bi-selidiki-kerugian-perbankan-akibat-transaksi-derivatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asosiasi Emiten Indonesia</title>
		<link>http://aei-online.or.id/asosiasi-emiten-indonesia/</link>
		<comments>http://aei-online.or.id/asosiasi-emiten-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 12:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emiten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Emiten]]></category>
		<category><![CDATA[emiten indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[emiten pasar modal]]></category>
		<category><![CDATA[pasar uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aei-online.or.id/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Rupiah Melemah di Posisi Rp 11.200 per Dolar AS Jakarta, (ANTARA News )- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis sore turun setelah sempat menguat, karena pelaku pasar kembali membeli dolar AS dan melepas rupiah sehingga posisi dolar AS tetap pada angka Rp11.200 per dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #ff0000;">Rupiah Melemah di Posisi Rp 11.200 per Dolar AS</span></h1>
<p>Jakarta, (ANTARA News )- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank<br />
Jakarta, Kamis sore turun setelah sempat menguat, karena pelaku pasar kembali<br />
membeli dolar AS dan melepas rupiah sehingga posisi dolar AS tetap pada angka<br />
Rp11.200 per dolar AS.</p>
<p>Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik menjadi Rp11.200/11.225 per dolar AS<br />
dibanding penutupan hari sebelumnya Rp11.175/.11.200 atau naik 25 basis poin.</p>
<p>Pengamat pasar uang, Farial Anwar mengatakan, posisi rupiah saat ini dinilai<br />
masih wajar, karena pergerakan kedua mata uang itu tidak akan jauh pada kisaran<br />
antara Rp11.150 sampai Rp11.250 per dolar AS.</p>
<p>Rupiah akan mengalami kesulitan untuk bisa mencapai angka Rp11.500 per dolar AS,<br />
karena Bank Indonesia (BI) akan berusaha untuk tetap menjaga pada kisaran Rp11.150<br />
dan Rp11.250 per dolar AS, katanya.</p>
<p>Menurut dia, naik turunnya kedua mata uang itu (dolar AS dan rupiah) tergantung<br />
dari suplai dan deman, apabila permintaan terhadap dolar AS tinggi maka rupiah<br />
akanterkoreksi begitu pula sebalik.</p>
<p>Permintaan dolar AS saat ini cenderung lebih baik ketimbang rupiah, karena<br />
kebutuhan dolar AS memang lebih besar apalagi ada image masyarakat memegang dolar<br />
AS lebih aman ketimbang rupiah, katanya.</p>
<p>Namun aktifitas perdagangan kedua mata uang itu, lanjut dia cenderung lesu,<br />
karena keberadaan investor asing di dalam negeri makin berkurang, mereka lebih<br />
suka menempatkan dananya di Surat Utang Negaranya ketimbang di Indonesia yang<br />
dinilai beresiko</p>
<p>Date : 22-01-2009 15:47 WIB<br />
Source : Antara<br />
Category : Ekonomi dan Bisnis</p>
<div style='clear:both'></div><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aei-online.or.id/asosiasi-emiten-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

