<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asosiasi Emiten Indonesia &#187; pasar saham</title>
	<atom:link href="http://aei-online.or.id/tag/pasar-saham/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aei-online.or.id</link>
	<description>Bersama Membangun Ekonomi Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2009 10:48:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sepanjang Sesi Dua, IHSG Aman di Zona Hijau</title>
		<link>http://aei-online.or.id/sepanjang-sesi-dua-ihsg-aman-di-zona-hijau/</link>
		<comments>http://aei-online.or.id/sepanjang-sesi-dua-ihsg-aman-di-zona-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 10:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emiten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Emiten]]></category>
		<category><![CDATA[emiten pasar modal]]></category>
		<category><![CDATA[emiten syariah]]></category>
		<category><![CDATA[pasar modal]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aei-online.or.id/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 1.336,631 pada sore ini. Itu artinya, indeks mengalami kenaikan sebesar 1,6% atau 21 poin. Kenaikan indeks hari ini disokong oleh kenaikan sejumlah emiten yang bergerak di sektor komoditas dan otomotif. Tak mengherankan, sebab, hari ini harga minyak dunia cenderung naik. Selain itu, harga emas juga mengikuti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di posisi 1.336,631 pada sore ini. Itu artinya, indeks mengalami kenaikan sebesar 1,6% atau 21 poin.</p>
<p>Kenaikan indeks hari ini disokong oleh kenaikan sejumlah emiten yang bergerak di sektor komoditas dan otomotif. Tak mengherankan, sebab, hari ini harga minyak dunia cenderung naik. Selain itu, harga emas juga mengikuti tren kenaikan minyak dunia tersebut.</p>
<p>Lima emiten yang menjadi top gainer hari ini adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk naik Rp 750 menjadi Rp 10.000, PT Astra International Tbk naik Rp 700 menjadi Rp 13.100, PT Astra Agro Lestari Tbk naik Rp 450 menjadi Rp 11.200, PT United Tractors Tbk naik Rp 450 menjadi Rp 11.200 dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk naik Rp 200 menjadi Rp 7.200.</p>
<p>Hijaunya IHSG tak terlepas dari pergerakan indeks bursa Asia. Hari ini, indeks Nikkei melesat 4,93% atau bertambah 378,93 poin dan bertengger pada posisi 8.061,07. Hanya indeks Nikkei yang berkubang di zona merah dengan penurunan 0,63% menjadi 12.578,6, Sementara indeks Straits Times libur dan tidak beroperasi.</p>
<p>Barratut Taqiyyah</p>
<p>Sumber: Kontan Online</p>
<div style='clear:both'></div><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aei-online.or.id/sepanjang-sesi-dua-ihsg-aman-di-zona-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kinerja Google Melampaui Prediksi Analis</title>
		<link>http://aei-online.or.id/kinerja-google-melampaui-prediksi-analis/</link>
		<comments>http://aei-online.or.id/kinerja-google-melampaui-prediksi-analis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 09:37:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emiten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Emiten]]></category>
		<category><![CDATA[emiten arti]]></category>
		<category><![CDATA[emiten indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar modal]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aei-online.or.id/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[SAN FRANCISCO. Google Inc membukukan kinerja gemilang pada kuartal empat tahun 2008. Bahkan laba yang diperoleh mesin pencari internet ini melampaui prediksi yang dibuat analis. Banyaknya perusahaan yang memasang iklan di Google untuk mempromosikan produknya selama musim liburan menjadi salah satu penyebab. Manajemen Google mengatakan, pendapatan bersih yang berhasil diraup adalah US$ 382,4 juta atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SAN FRANCISCO. Google Inc membukukan kinerja gemilang pada kuartal empat tahun 2008. Bahkan laba yang diperoleh mesin pencari internet ini melampaui prediksi yang dibuat analis. Banyaknya perusahaan yang memasang iklan di Google untuk mempromosikan produknya selama musim liburan menjadi salah satu penyebab.</p>
<p>Manajemen Google mengatakan, pendapatan bersih yang berhasil diraup adalah US$ 382,4 juta atau US$ 1,21 per saham. Di luar beban biaya yang harus dikeluarkan, laba Google mencapai US$ 5,10 per saham. Angka ini melampaui perkiraan para analis yang disurvei Bloomberg dengan proyeksi US$ 4,9.</p>
<p>“Kuartal ini sangat rentan dan pasar cukup khawatir dengan kondisi tersebut,” jelas Christa Quarles, analis Thomas Weisel Partners di San Francisco.</p>
<p>Chief Executive Officer Eric Schmidt memang berupaya keras untuk menjaga pertumbuhan laba perusahaan. Sejumlah strategi yang dilakukannya berhasil. Terbukti, anggaran untuk iklan internet di AS mengalami kenaikan sebesar 21% pada tahun 2008. Berdasarkan data dari EMarketer Inc, pada 2007 lalu, tingkat pertumbuhan pendapatan Google mencapai 30%.</p>
<p>Di luar pendapatan yang dihasilkan dari beberapa situs rekan kerjanya, penjualan Google naik menjadi US$ 4,22 miliar. Angka ini melampaui prediksi para analis yang mematok pendapatan sebesar US$ 4,13 miliar. Sementara, total pendapatan meningkat 18% menjadi US$ 5,70 miliar.</p>
<p>Google menambahkan, pendapatan yang dihasilkan dari situs miliknya sendiri mengalami kenaikan 22% menjadi US$ 3,81 miliar. Angka tersebut merupakan dua per tiga dari total penjualan seluruhnya. Sementara penjualan iklan dari partner kerja Google mengalami kenaikan 3,5% menjadi US$ 1,69 miliar.</p>
<p>“Bisnis kami cukup sehat, khususnya di tengah perekonomian yang keras seperti sekarang. Pertumbuhan kami juga sangat baik,” kata Schmidt pada saat conference call dengan para analis.</p>
<p>Adanya kenaikan laba tersebut membuat harga saham Google melonjak 1,5% atau US$ 4,50 menjadi US$ 311 di Bursa Nasdaq. Sepanjang tahun lalu, harga saham Google telah melorot 56%.</p>
<p>“Meskipun perekonomian sedang memburuk, namun kinerja Google masih sangat baik. Ini merupakan indikator kuat kalau Google dapat mempertahankan kinerjanya dengan baik sepanjang 2009,” jelas Jeffrey Lindsay, analis Sanford C Bernstein.</p>
<p>Barratut Taqiyyah Bloomberg, Reuters</p>
<p>Sumber: Kontan Online</p>
<div style='clear:both'></div><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aei-online.or.id/kinerja-google-melampaui-prediksi-analis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kadin: Pengurangan PPh 21 Tak Efektif Tahan PHK</title>
		<link>http://aei-online.or.id/kadin-pengurangan-pph-21-tak-efektif-tahan-phk/</link>
		<comments>http://aei-online.or.id/kadin-pengurangan-pph-21-tak-efektif-tahan-phk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 05:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emiten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Emiten]]></category>
		<category><![CDATA[asosiasi emiten indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bursa efek indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aei-online.or.id/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai bahwa insentif berupa pengurangan kewajiban pajak penghasilan (PPh) pasal 21 (PPh perorangan) tidak akan efektif menahan tidak adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). &#8220;Insentif pengurangan PPh pasal 21 hanya berlaku kalau gaji buruh sudah di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP),&#8221; kata Wakil Ketua Kadin bidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai bahwa insentif<br />
berupa pengurangan kewajiban pajak penghasilan (PPh) pasal 21 (PPh perorangan)<br />
tidak akan efektif menahan tidak adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).</p>
<p>&#8220;Insentif pengurangan PPh pasal 21 hanya berlaku kalau gaji buruh sudah di atas<br />
penghasilan tidak kena pajak (PTKP),&#8221; kata Wakil Ketua Kadin bidang Investasi dan<br />
Telekomunikasi Chris Kanter ditemui di Gedung Depkeu Jakarta, Kamis.</p>
<p>Ia menyebutkan, gaji sebagian besar buruh saat ini masih di bawah PTKP sebesar<br />
Rp15,8 juta dalam setahun, sehingga insentif itu tidak terlalu efektif. &#8220;Lebih<br />
baik stimulus diarahkan untuk yang lain karena pengurangan PPh 21 tidak akan<br />
efektif,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara mengenai insentif pengurangan PPh pasal 25 (badan), Kanter mengatakan,<br />
insentif itu akan membantu kelangsungan perusahaan di tengah dampak krisis.</p>
<p>&#8220;Terkait insentif PPh 25 perlu dibuat koridor di mana perusahaan tidak perlu<br />
mengajukan tai langsung memperoleh insentif itu kalau mengalami penurunan laba<br />
hingga 20 persen dari tahun lalu. Dia cukup kasih tahu dan cicilannya langsung<br />
dikurangi,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, jika tidak ada kepastian koridornya maka akan ada kekhawatiran dalam<br />
tahap pelaksanaannya menjadi terkatung-katung. &#8220;Kita minta supaya tidak ada<br />
prosedur panjang. Kita cukup kasih tahu kalau laba turun di atas 20-25 langsung<br />
bisa mengurangi cicilan. Jadi gak perlu pakai permohonan sehingga tidak ada<br />
macam-macam karena bisa ada grey area,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, usulan Kadin itu dalam rangka menahan agar tidak terjadi PHK yang<br />
lebih besar. &#8220;Kalau momentumnya lewat akan terlambat, di AS kan stimulus juga<br />
segera, kalau terlambat akan jeblok lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Mengenai angka PHK, Kanter memperkirakan dalam tiga hingga empat bulan ke depan<br />
akan mencapai sekitar 500 ribu orang. Menurut dia, angka yang dilaporkan oleh<br />
Depnaker bukan angka yang sebenarnya antara lain karena kasus-kasus PHK yan tidak<br />
besar tidak dilaporkan.</p>
<p>&#8220;Kasus PHK terangkat kalau jumlahnya besar atau ada yang tidak terima. Selain itu<br />
PHK pertama yang dilakukan oleh perusahaan adalah yang outsourcing yang tidak<br />
perlu dilaporkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, angka PHK saat ini sudah lebih dari 27.000 orang seperti yang<br />
dilaporkan Depnaker tapi lebih besar dari itu karena banyak yang tidak dilaporkan.</p>
<p>&#8220;Saya tidak bilang Depnaker bohong tapi tidak semua fakta PHK di lapangan dilaporkan,&#8221; katanya. (*)</p>
<p>Date : 22-01-2009 19:40 WIB<br />
Source : Antara<br />
Category : Ekonomi dan Bisnis</p>
<div style='clear:both'></div><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aei-online.or.id/kadin-pengurangan-pph-21-tak-efektif-tahan-phk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Krisis Finansial AS Sandera Negara Lain, Kata Faisal Basri</title>
		<link>http://aei-online.or.id/krisis-finansial-as-sandera-negara-lain-kata-faisal-basri/</link>
		<comments>http://aei-online.or.id/krisis-finansial-as-sandera-negara-lain-kata-faisal-basri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 09:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emiten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Emiten]]></category>
		<category><![CDATA[asosiasi emiten indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bursa efek indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aei-online.or.id/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Amerika Serikat (AS) yang didera krisis finansial tidak mengalami kebangkrutan dan berusaha untuk memperbaiki sistem ekonominya, sementara Indonesia yang juga terkena imbasnya harus memperkokoh pondasi ekonominya sehingga rakyat tidak sengsara. &#8220;Krisis finansial yang dialami AS saat ini terjadi karena negara itu berperilaku seperti besar pasak daripada tiang,&#8221; kata pakar ekonomi Faisal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Amerika Serikat (AS) yang didera<br />
krisis finansial tidak mengalami kebangkrutan dan berusaha<br />
untuk memperbaiki sistem ekonominya, sementara Indonesia<br />
yang juga terkena imbasnya harus memperkokoh pondasi<br />
ekonominya sehingga rakyat tidak sengsara.</p>
<p>&#8220;Krisis finansial yang dialami AS saat ini terjadi karena<br />
negara itu berperilaku seperti besar pasak daripada tiang,&#8221;<br />
kata pakar ekonomi Faisal Basri dalam seminar yang<br />
diselenggarakan Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) bekerja<br />
sama dengan Fiedrich Naumann Stiftung, Friedrich Ebert<br />
Stiftung dan Goethe Institut di Jakarta, Kamis.</p>
<p>Pembicara lainnya dalam seminar itu ialah Franz Magnis<br />
Suseno dan A. Tony Prasetyantono.</p>
<p>Lebih jauh dalam seminar yang bertema &#8220;Ekonomi Pasar Sosial<br />
dan Krisis Ekonomi Global: Dapatkah Sistem Epasos Bertahan<br />
di Tengah Krisis Ekonomi&#8221; itu, Faisal mengatakan sistem<br />
kapitalisme yang diterapkan oleh AS juga tidak bangkrut,<br />
berbeda dengan sistem komunisme yang telah mengalai<br />
kebangkrutan.</p>
<p>Di dalam negeri AS, ada usaha-usaha untuk menyelamatkannya<br />
agar tidak terperosok ke dalam jurang kebangkrutan.</p>
<p>Usaha-usaha yang dilakukan antara lain pemberian dana<br />
talangan oleh pemerintah AS kepada lembaga-lembaga keuangan<br />
yang bermasalah, katanya.</p>
<p>&#8220;Tak ada talangan yang diberikan kepada orang-orang miskin.<br />
Hanya korporasi yang mendapat untung dari dana talangan<br />
yang dikucurkan pemerintah,&#8221; kata Faisal.</p>
<p>Ditambahkannya, krisis finansial yang didera AS tak separah<br />
ketika the Great Depression melanda negara Paman Sam itu<br />
pada tahun 1930-an dan krisis pada tahun 1970-an.</p>
<p>Pada bagian lain Faisal menyatakan bahwa krisis itu juga<br />
menyebabkan negara-negara lain tersandera.</p>
<p>Menurut dia, negara-negara besar, seperti Rusia, China dan<br />
Jepang termasuk yang tersandera karena jaringan ekonomi AS<br />
yang menggurita.</p>
<p>Karena itu, katanya, diperlukan usaha-usaha bersama untuk<br />
memperbaiki tatanan dunia dengan membuat arsitektur baru.</p>
<p><strong>Proses koreksi</strong></p>
<p>Sementara itu, A. Tony Prasetyantono menyatakan pro proses<br />
koreksi sedang berlangsung atas sistem yang diterapkan di<br />
AS. Negara itu mungkin pertumbuhan ekonominya pada kuartal<br />
nanti negatif, walau saat ini masih mengalami pertumbuhan<br />
positif.</p>
<p>&#8220;Di dunia tak ada sistem yang sempurna dan &#8216;bom waktu&#8217; bisa<br />
juga terjadi di negara-negara lain, seperti di China.<br />
Jepang telah mengalami pada tahun 1990-an yang ditandai<br />
dengan pertumbuhan ekonomi stagnan,&#8221; kata dosen ekonomi dan<br />
bisnis UGM itu.</p>
<p>Dikatakannya, dampak krisis ini juga terimbas ke Indonesia,<br />
namun kondisi dan situasinya berbeda dengan krisis<br />
multidimensi pada 1998.</p>
<p>Dalam upaya mengatasi krisis finansial itu, ia melihat<br />
sejumlah bank di AS akan dimerger seperti yang pernah<br />
dialami Jepang.</p>
<p>Di Indonesia, Tony mengatakan kinerja BRI yang memiliki<br />
nasabah jutaan dan banyak dari kelompok Usaha Kecil dan<br />
Menengah (UKM) bisa menjadi contoh.</p>
<p>&#8220;Sejumlah bank meniru pa yang dilakukan BRI yang menggarap<br />
kelompok tersebut yang memiliki &#8220;interest margin &#8221; tebal.<br />
Mereka membajak pegawai BRI,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam seminar dengan moderator Ivan A. Hadar, Franz Magnis<br />
Suseno membahas landasan filosofis, sejarah lahirnya<br />
ekonomi pasar sosial, demokrasi, kebebasan dan penegakan<br />
hukum, terutama di Jerman.</p>
<p>&#8220;Ekonomi pasar sosial yang diterapkan di Jerman harus<br />
didefinisi ulang dan ekonomi harus dibangun sehingga semua<br />
bisa ikut serta,&#8221; kata Romo Suseno yang pada 1950-an saat<br />
masih remaja mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan<br />
hidup.</p>
<p>Ia juga merujuk kepada Partai Sosial Demokrat (SDP) sebagai<br />
contoh yang berusaha mengubah orientasi politik ekonominya<br />
dari Marxisme menuju pasar sosial.</p>
<p>Walau demikian, katanya, kebebasan dan demokrasi memang<br />
penting, tetapi jangan lupa untuk memasukkan hak-hak sosial<br />
dan solidaritas dalam mengambil kebijakan di bidang<br />
ekonomi. (*)</p>
<p>Date : 24-10-2008 06:53 WIB<br />
Source : Antara<br />
Category : Ekonomi dan Bisnis</p>
<div style='clear:both'></div><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aei-online.or.id/krisis-finansial-as-sandera-negara-lain-kata-faisal-basri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dana Timur Tengah Terhambat Birokrasi</title>
		<link>http://aei-online.or.id/dana-timur-tengah-terhambat-birokrasi/</link>
		<comments>http://aei-online.or.id/dana-timur-tengah-terhambat-birokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 00:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emiten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Emiten]]></category>
		<category><![CDATA[asosiasi emiten indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bursa efek]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aei-online.or.id/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Seorang diplomat Indonesia mengatakan, surplus dana di Timur Tengah yang mencapai 1,6 triliun dolar AS beum bisa dimanfaatkan penuh Indonesia karene terhambat birokrasi padahal ini penting bagi bayak proyek pembangunan. &#8220;Sikap sementara birokrat Indonesia perlu diperbaiki jika kita ingin mengundang investor ke dalam negeri,&#8221; kata Utusan Khusus Presiden Untuk Timteng Dr [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Seorang diplomat Indonesia<br />
mengatakan, surplus dana di Timur Tengah yang mencapai 1,6<br />
triliun dolar AS beum bisa dimanfaatkan penuh Indonesia<br />
karene terhambat birokrasi padahal ini penting bagi bayak<br />
proyek pembangunan.</p>
<p>&#8220;Sikap sementara birokrat Indonesia perlu diperbaiki jika<br />
kita ingin mengundang investor ke dalam negeri,&#8221; kata<br />
Utusan Khusus Presiden Untuk Timteng Dr Alwi Shihab, dalam<br />
sebuah seminar di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu.</p>
<p>Alwi memberi contoh, salah satu proyek yang berhubungan<br />
dengan investor dari Qatar dan Bahrain dengan salah satu<br />
BUMN, prosesnya sudah berjalan dua tahun, tapi hingga kini<br />
belum selesai.</p>
<p>&#8220;Makanya, ketika Wapres Jusuf Kalla mendengar hal itu,<br />
beliau segera memerintahkan agar prosesnya segera<br />
dituntaskan,&#8221; katanya tanpa menyebut nama BUMN itu.</p>
<p>Ia mengungkapkan, di Malaysia, proyek senilai 5 miliar<br />
dolar AS hanya memakan waktu tidak lebih dari satu tahun<br />
untuk menyelesaikannya. tetapi di ndonesia, sikpa birokrasi<br />
membuat khawatir para investor.</p>
<p>&#8220;Mengapa sepertinya ada `attitude` (sikap) yang kurang<br />
bersahabat dengan investor dari Timur Tengah itu.<br />
Sebenarnya, kita berharap semua pihak bertanggung jawab<br />
untuk turut mengubah mental mereka agar lebih positif,&#8221;<br />
katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, beberapa pemodal Timteng sudah masuk ke<br />
Indonesia, di antaranya Grup EMAR, yang sudah siap<br />
menggarap proyek pengembangan pariwisata senilai 1 miliar<br />
dolar AS di Lombok.</p>
<p>Grup usaha yang siap beroperasi adalah dari Oman siap<br />
menandatangani MoU senilai 400 juta dolar AS dalam bidang<br />
minyak dan gas dan Capital Investment Group dari Uni Emirat<br />
Arab (UEA) yang meresmikan kantor perwakilannya di Jakarta<br />
Rabu ini.</p>
<p>&#8220;Kelompok UEA ini siap membuat MoU antara lain pada bidang<br />
real estate, portofolio dan pembangunan pelabuhan<br />
(infrastruktur),&#8221; katanya. (*)</p>
<p>Date : 22-10-2008 21:31 WIB<br />
Source : Antara<br />
Category : Ekonomi dan Bisnis</p>
<div style='clear:both'></div><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aei-online.or.id/dana-timur-tengah-terhambat-birokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

