SINGAPURA. Harga minyak dunia kembali merosot setelah persediaan di AS menggelembung empat kali lebih besar dari yang diprediksikan semula. Hal ini tentu semakin menegaskan bahwa resesi membuat minyak dunia kelebihan pasokannya.
Suplai minyak mentah di AS kian bertambah 6,1 juta barel menjadi 332,7 juta barel minggu lalu. Level ini merupakan yang paling tinggi sejak Agustus 2007. Hal ini ditegaskan oleh Energy Department, Kamis (22/1) kemarin. Bloomberg News memprediksikan, persediaan minyak mentah ini hanya akan bertambah 1,4 juta barel saja. Nyatanya, hampir empat kali lebih besar dari itu.
Sementara itu, persediaan bensin dan bahan bakar sulingan juga semakin banyak dari yang diperkirakan lantaran kilang minyak kini sudah memenuhi 83,3% dari kapasitas yang ada.
Konsumsi bahan bakar di AS per 16 Januari rata-rata 19,4 juta barel per hari, atau menyusut 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu suplai minyak mentah di Cushing, Oklahoma, semakin membesar 0,7% menjadi 33,2 juta barel minggu lalu. Suplai ini paling tinggi sejak April 2004.
Persediaan di Mid-Continent, yang jamak dikenal sebagai PADD 2bertambah 1.7% menjadi 82,2 juta barel, paling tinggi sejak 26 Juni 1998 saat minyak diperdagangkan di level US$ 14 per barel.
“Pada akhirnya nanti, jika minyak itu hanya digudangkan saja, artinya permintaannya sungguh-sungguh melemah,” kata Mark Pervan, Senior Commodity Strategist untuk Australia and New Zealand Banking Group Ltd. di Melbourne.
Harga minyak mentah untuk pengiriman Maret menyusut sebesar US$ 1,08 atau 2,5% menjadi US$ 42,59 per barel di New York Mercantile Exchange. Level itu diperdagangkan US$ 42,90 per barel pada pukul 2.41 waktu Singapura.
Harga minyak berkurang 3,8% sejak akhir Desember, dan mencatatkan penurunan sebesar 51% dibandungkan periode yang sama tahun lalu. Kemarin, futures minyak mentah naik 12 sen menjadi US$ 43,67 per barel.
Minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Maret juga menciut 88 sen atau 1,9% menjadi US$ 44,51 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Kontrak mintak mentah ini naik 37 sen atau 0,8% menjadi US$ 45,39 per barel kemarin.
“Ada risiko yang tinggi bahwa harga minyak akan menyentuh US$ 30 lagi,” beber Yingxi Yu, Commodities Analyst untuk Barclays Capital di Singapura, dalam wawancaranya dengan Bloomberg Television.
Heating oil untuk Februari US$ 1,3368 per galon, turun 1,18 sen pada pukul 11.15 waktu Singapura.
Femi Adi Soempeno Bloomberg
Sumber: Kontan Online

